KUMPULAN MAKALAH
DAMPAK PERGAULAN BEBAS
KATA PENGANTAR
Generasi muda saat ini perlu memiliki kesadaran akan pentingnya manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya, serta kesadaran akan pentingnya pengembangan potensi setiap individu untuk membentuk Indonesia yang bermartabat, maju, dan bebas dari HIV/AIDS.
Adapun karya tulis ini berisi tentang pembahasan topik gaul tanpa HIV & AIDS. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini saya akan membicarakan mengenai latar belakang, penyebab-penyebab maraknya remaja yang melakukan pergaulan bebas dan cara menanggapi semua pengaruh negatif dari maraknya remaja yang menggunakan narkoba dan pergaulan bebas yang nantinya dapat menyebabkan HIV & AIDS.
Sebagai penulis saya sangat menyadari keterbatasan & kekurangan pada karya tulis ini. Maka segala kritik dan saran anda akan diterima. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI
| Kata Pengantar ………………………………………………………… | I |
| Daftar isi ………………………………………………………………… | II |
| BAB I Pendahuluan ……………………………………………………. | 1 |
| A.Latar Belakang ………………………………………………….. | 1 |
| B.Tujuan ……………………………………………………………. | 1 |
| BAB II Pembahasan …………………………………………………… | 2 |
| A. Penyebab Dan Dampak Pergaulan ………………………… | 4 |
| B. Nilai pancasila …………………………………………………. | 5 |
| C. Nilai agama ……………………………………………………. | 6 |
| D. Nilai yuridis/hukum ……………………………………………. | 7 |
| BAB III Penutup ………………………………………………………… | 8 |
| A.Kesimpulan ……………………………………………………… | 9 |
| B.Kritik dan saran …………………………………………………. | 10 |
| C.Daftar pustaka ………………………………………………….. | 13 |
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dewasa ini, kejadian pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi seksual pada media yang ada di sekeliling kita. Eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda. Dengan melihat tampilan atau tayangan seks di media, para remaja itu beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, dimana saja.
Oleh karena itu, kami memilih tema Pergaulan Bebas Remaja untuk dikaji lebih lanjut sebagai informasi bagi kaum remaja yang sangat berkaitan erat dengan tema di atas.
B. TUJUAN
Makalah ini saya buat berdasarkan sumber-sumber yang jelas dan akurat dengan tujuan supaya para remaja dapat mengatasi libidonya sehingga para remaja dapat terhindar dari akibat-akibat negatif dari pergaulannya seperti pergaulan bebas. Dan menghimbau kepada para remaja untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan seks yang terjadi pada dirinya.
BAB II
PEMBAHASAN
Sekarang ini di kalangan remaja pergaulan bebas semakin meningkat terutama di kota-kota besar. Hal ini terjadi karena kurangnya bimbingan dan perhatian dari orang tua.
Sebelumnya para peneliti ini telah menemukan hubungan antara tayangan seks di televisi dengan perilaku seks para remaja. Dengan mengambil sampel sebanyak 1,017 remaja berusia 12 sampai 14 tahun dari Negara bagian North Carolina, AS yang disuguhi 264 tema seks dari film, televisi, pertunjukan, musik, dan majalah selama 2 tahun berturut-turut, mereka mendapatkan hasil yang sangat mengejutkan.
Secara umum, kelompok remaja yang paling banyak mendapat dorongan seksual dari media cenderung melakukan seks pada usia 14 hingga 16 tahun
2,2 kali lebih tinggi ketimbang remaja lain yang lebih sedikit melihateksploitasi seks dari media.
Maka tidak mengherankan kalau tingkat kehamilan di luar nikah di Amerika Serikat sepuluh kali lipat lebih tinggi dibanding negara-negara industri maju lainnya, hingga penyakit menular seksual (PMS) kini menjadi ancaman kesehatan publik disana.
Pada saat yang sama, orang tua juga melakukan kesalahan dengan tidak memberikan pendidikan seks yang memadai di rumah, dan membiarkan anak-anak mereka mendapat pemahaman seks yang salah dari media.
Akhirnya jangan heran kalau persepsi yang muncul tentang seks di kalangan remaja adalah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan bebas dari resiko (kehamilan atau tertular penyakit kelamin).
Parahnya lagi, menurut hasil penelitian tersebut, para remaja yang terlanjur mendapat informasi seks yang salah dari media cenderung menganggap bahwa teman-teman sebaya mereka juga sudah terbiasa melakukan seks bebas. Mereka akhirnya mengadopsi begitu saja norma-norma sosial “tak nyata” yang sengaja dibuat oleh media.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Pediatrics, serta sebagian dalam Journal of Adolescent Health. Namun sayangnya, hasil penelitian tersebut belum melihat bagaimana dampak informasi seks di internet pada perilaku seks remaja.
Dengan mendapatkan temuan-temuan lain yang lebih konsisten, mungkin kita tak perlu menunggu lama untuk membuktikan bahwa media memiliki peranan penting dalam pembentukan norma seksual di kalangan remaja. (reuters/dni)
A. PENYEBAB DAN DAMPAK PERGAULAN BEBAS
Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
Semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa,cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.
Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.
Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di
Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.
Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).
Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;
Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja.
penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.
Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.
Risiko Aborsi
Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.
Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;
- Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
- Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan
menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
- Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada
wanita),
- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
- Kanker hati (Liver Cancer).
- Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan
menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada
saat kehamilan berikutnya.
- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic
Pregnancy).
- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
- Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.
Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan; jika mau berhubungan seksual, mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin.
Namun disadari, masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan, pengarahan sex kepada anak. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.
B. NILAI PANCASILA
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.
Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.
Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.
Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu;
Pertama, Faktor agama dan iman.
Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan
media.
Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang
berlebihan.
Keempat, Perubahan Zaman.
C. NILAI AGAMA
Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.
Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.
Tuhan memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi.
Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah.
D. NILAI YURIDIS/HUKUM
Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.
Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas.
Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun.
Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian,
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Agama dan Hukum yang berlaku. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.
Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi, bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah, prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan, dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran.
Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. 4.000.000,-, berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 32.000.000,-. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama, jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut.
Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
B. KRITIK DAN SARAN
Semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja sebaiknya menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi.
Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks yang benar. Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali, agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut. Sehingga Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan BEBAS .
DAFTAR PUSTAKA
http://ninahamzah.wordpress.com/akibat-terjadinya-pergaulan-bebas/
http://www.kapanlagi.com/a/0000002988.html
http://www.kapanlagi.com/h/0000088252.html
http://tabloid_info.sumenep.go.id/index.php?option=com_content&task=view…
http://hati.unit.itb.ac.id/forum/viewtopic.php?f=28&p=182
3 tanggapan kepada “KUMPULAN MAKALAH”
uaridwan
Maret 23rd, 2010 pada 00:35
KEHIDUPAN PELAJAR DI ERA GLOBALISASI
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang KEHIDUPAN PELAJR DI ERAGLOBALISASI yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
DAFTAR ISI
Kata pengantar ………………………………………………………… I
Daftar Isi ………………………………………………………………… II
BAB I Pendahuluan …………………………………………………… 1
A.Latar Belakang ………………………………………………… 1
B.Tujuan …………………………………………………………. 2
C.Ruang Lingkup ……………………………………………….. 2
BAB II Pembahasan …………………………………………………… 4
A.Sistem Manejemen Sekolah ………………………………… 4
B.Pengertian Menejemen ……………………………………… 5
C.Sistem Menejemen Sekolah ………………………………… 8
D.Pembekalan Siswa di Era globalisasi ……………………… 9
BAB III Penutup ………………………………………………………… 11
A.Kesimpulan …………………………………………………… 11
B.Strategi Pembekalan Siswa di Era globalisasi ……………. 13
Daftar Pustaka …………………………………………………………. 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor yang menentukkan kecerdasan suatu bangsa, melalui pendidikan manusia akan dibekali ilmu pengetahuan dan pengajara twentang kehidupan yang mencakup banyak hal seperti afektif, psikomotor, dan kognitif. Sebagai salah satu cita- cita nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa maka proses pencerdasan inipun dapat dilakukan melalui jalur pendidikan firmal maupun non formal. Upaya pencerdasan melalui pendidikan non formal dapat diperoleh melaui pengalaman yang sifatnya empiris dan dapat memberikan pengajaran hidup yang bermakna apalagi ada pepatah yang mengatakan “Pengalaman adalah guru terbaik”. Di samping itu, pencerdasan melalui pendidikan formal harus pula dijalankan, apalagi mulai tahun 1984 telah diwajubkan pendidikan 9 tahun untuk setiap masyarakat sehingga pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat.
Adanya sekolah sebagai sarana untuk mendapat pendidikan formal dirasa penting untuk memberikan mutu pendidikan dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Sekolah sebagai suatu system dalam kehidupan masyarakat memiliki fungsi dan mempengaruhi satu sama laindalam rangka mencap tujuan. Oleh karena itu sekolah harus ditunjang oleh sarana dan prasarana serta SDM ahli yang menunjang proses belajar mengajar guna membekali siswa dalam menghadapi era globalisasi.
Kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi telah membuat seluruh dunia bagaikan desa global. Jauhnya jarak antar bangsa tak lagi menjadi hambatan karena semuanya dapat diakses dengan mudah. Era globalisasi menuntut setiap bangsa khususnya Indonesia untuk mampu bersaing namun dalam konteks pendidikan harus banyak dibenahi. Manajemen pendidikan di Indonesia masi bersifat birokratis sehingga masalah pendidikan lambat penanganannya ditambah dengan metode pengajaran dan materi pendidikan yang harus tetap dievalusi dan diperbaiki ke arah yang lebih baik.
Globalisasi menuntut adanya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Dan untuk melakukan itu semua, diperlukan peranan manajemen sekolah melalui strategi sekolah yang dapat menciptakan sekolah yang bermutu sehingga mamapu membekali siswanya di era global ini. Peningkatan kompetisi, pilihan, dan tuntutan masyarakat mempengaruhi pendidikan saat ini. Pendidikan di Indonesia perlu mendapat pengaturan dan standarisasi untuk memenangkan kompetisi dan peningkatan mutu terus menerus (Syafaruddin, 2002). Oleh karena itu, manajemen sekolah harus mampu mencakup hal yang bisa meningkatkan kreativitas, inovasi, dan modernisasi bagi kemajuan pendidikan.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui:
1. Sejarah, visi, dan misi SMK Adi Sanggoro sebagai sekolah kejuruan yang bisa bertahan di tengah banyaknya sekolah kejuruan yang ada
b. Strategi SMK Adi Sanggoro dalam hal manajemen sekolahnya yang mencakup masalah proses belajar mengajar.
1. Upaya yang dilakukan SMK Adi Sanggoro dalam membekali siswanya menghadapi era globalisasi.
1.3 Ruang Lingkup
Dalam mendapatkan data yang akan kami gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah mengupas dan menjelaskan bagaimana strategi sekolah dalam membekali siswa menghadapi era globalisasi. Sekolah yang kami pilih adalah sekolah yang memiliki kriteria yang mampu menunjang data yang kami inginkan, terutama sekolah kujuruan karena sekolah kejuruan mampu membekali siswa dalam skill atau keterampilan khusus sehingga siap bekerja, maka kami memilih Sekolah Menengah Kejuruan Adi Sanggoro di Dramaga.
Sekolah Menengah Kejuruan Adi Sanggoro berlokasi di Darmaga Kabupaten Bogor dekat dengan kampus IPB. Sekolah yang berorientasi pendidikan dan pembelajarannya pada survey dan pemetaan ini merupakan sekolah kejuruan yang cukup menarik untuk dijadikan objek dalam pengambilan data. Ruang lingkup yang menjadi pusat perhatian kami adalah dalam hal strategi sekolah untuk mempersiapkan siswanya menghadapi era global yang mencakup penerapan manajemen sekolah yang baik, sarana dan prasarana yang menunjang hingga skill yang mampu diberikan sekolah pada siswanya untuk siap kerja dan mampu bersaing di era globalisasi ini.
BAB II. PEMBAHASAN
A. Sistem Manajemen Sekolah
Sistem adalah suatu keterpaduan atau kebulatan yang kompleks atau kombinasi dari berbagai bagian bersifat kompleks atau kesatua yang bulat. Dengan kata lain, suatu sistem merupakan keterpaduan dai berbagai bagian membentuk satu kesatuan. Sehingga, tata kehidupan manusia merupakan suatu sistem karena di dalamnya ada sejumlah komponen yang memiliki fungsi dan mempengaruhi satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan sistem.
Sistem dibagi dua jenis, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Suatu sistem terbuka menukar material dan energi dengan lingkungannya, sedangkan sistem tertutup adalah mengisi sendiri dan tidak dipengaruhi oleh sistem lain atau lingkungannya. Sistem terbuka mempunyai hubungan relasi dengan lingkungannya sedangkan sisitem tertutup tidak mempunyai relasi dengan lingkungannya.
B. Pengertian Manajemen
Manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses pengkordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terseleksi secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Efisiensi mengacu pada memperoleh hasil dengan kemubaziran rendah sedangkan efektif menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai.
Dalam manajemen, fungsi yang lazim ada empat, yakni merancang, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. Fungsi-fungsi ini mengarah pada pencapaian tujuan yang telah dinyataka oleh oragnsasi.
C. Sistem Manajemen Sekolah
Manajemen pendidikan di sekolah merupakan proses aplikasi fungsi manajemen dalam melaksanakan proses pengajarna dan pembelajaran utnuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah, peranan kepala sekolah sebagai manajer dalam menjalankan manajeme pendidikan sangat menetukan pencapaian tujuan dengan dukungan sumber daya personel, materi, finansial, dan lingkungan masyarakat. Sehingga pendidikan merupakan sisitem terbuka bukan hanya sekedar sekolah formal, tetapi juga merupakan sekolah non formal dimana aktivitas di luar sekolah yang diorganisasikan oleh berbagai macam lembaga umum dan swasta.
Sekolah sebagai sosial berfungsi dalam mengintegralkan semua subsistem yaitu tujuan dan nilai organisasi, teknik, psikosiosial, struktural, dan manajerial. Sekolah dalam menyusun tujuannya maupun penggunaan pengetahuan untuk menjalankan tugas sekolah, yaitu pengajaran dan pembelajaran sesuai dengan tuntutan keperluan masyarakat. Kepala sekolah sebagai pimpinanberperan sebagai pemimpin, pendidik, pengawas, dan pendorong bagi guru-guru dalam proses kepemimpinanya.
Untuk menjalankan kegiatan sekolah guna mencapai tujuan yang telah tertera dalam visi misi sekolah, dan pengharapan masyarakat maka sekolah memfungsikan manajemen baik dalam perencanaa, pengorganisasian, maupun pengawasan bagi terjaminnya kelancaran tugas, kinerja tinggi, pelayanan siswa, dan ornag tua secara baik sehingga mengeluarkan lulusan sebagaimana diharpakan masyarkat.
Berbicara masalah sistem sekolah maka tidak akan lepas dengan kurikulum yang diterpakan sekolah. Dengan kurikulum yang tepatlah, sekolah dapat mencapai tujuannya. Pemerintah sudah beberpa kali mengganti kurikulum dengan harapan, output yang dihasilkan lebih baik dan sesuai harapan serta kebutuhan masyarakat. Sejak berdiri taun 1997, SMK Adi Sanggoro telah mengalami tigakali pergantian kurikulum. Saat pertama kali berdiri menggunakan kurikulum 1995, kurikulum 1999, kurikulum berbasisi kompetensi (KBK), dan kurikulum tingkat satu pendidikan (KTSP). Kurikulum KTSP merupakan kelanjutan dan pembenahan dari kurikulum sebelumnya yang memperdayakan keaktifan siswa dalam melakukan proses pembelajaran dan pengajaran.
Pada kurikulum 1999, penilaian dilakukan dengan melihat pada parameter kognitif dan nilai hasil belajar di laprkan dalam sebuah buku laporan dengan satu pelajaran memilik satu nilai yakni aspek kognitif. Pada kurikulum berbsisi kompetensi (KBK), penilaian dilakukan pada tiga aspek, yakni aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Sehingga satu mata pelajaran diperoleh tiga buah nilai yang berbeda. Sedangakan pada kurikulum tingkat satu pendidikan (KTSP), mata pelajaran dibagi menjadi empat jenis program, yaitu normatif, adiptif, produktif dan muatan lokal. Program normatif terdiri dari mata pelajaran pendidikan agama Islam, bahasa Indonesia, pendidikan kewarganegaraan, seni budaya, dan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Untuk program adiptif mata pelajaran yang diberikan berupa, matematika, bahasa Inggris, fisika, kimia, kewirausahaan, keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI), ilmu pengetahuan alam (IPA), dan ilmu pengetahuan sosial (IPS).
Mata ajaran program produktif disesuaikan dengan bidnag keahlian masing-masing. SMK Adi Sanggoro saat ini memiliki dua buah bidang kehalian, pertama bidang keahlian teknologi informasi dan komunikasi dengan program kehalian rekayasa perangkat lunak, dan kedua bidang teknik geodesi dan geomatika dengan bidang keahlian teknik survei dan pemetaan. Untuk program keahlian rekayasa perangkat lunak (RPL), mata pelajaran yang diberikan berupa algoritma dan pemograman, desain dan animasi, dasar-dasar web, PPDSO, microsoft office, jaringan computer, SIG. Sedangkan untuk bidang keahlian teknik survei dan pemetaan, mata pelajaran yang diberikan berupa pekerjaan dasar survai (PDS), menggambar teknik dasar, kartografi, microsoft office, survei potensi, sisitem informasi geografi.
Sedangkan untuk program muatan lokal diajarkan pelajarna berupa bahasa Sunda dan khusus untuk bidang keahlian teknik survei dan pemetaan ditambahkan pendidikan lingkungan hidup.
Selain itu, untuk kurikulum KTSP, hasil laporan KBM sisiwa permata pelajaran tidak hanya satu nilai secara rata-rata tetapi setiap standar kompetensi memiliki nilai yang berbeda dalam satu mata pelajaran. (contoh kartu hasil studi dapat dilihat lampiran).
Tidaklah sama manajemen sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang atau hasil industri dengan manajemen sekolah yang fokus utamanya adalah pembinaan potensi mausiawi. Sehingga sekolah harus lebih berfokus pada jasa pelayanan yang menggunakan hubungan antara manusi. Salah satu bentuk pelayanan pihak sekolah memberikan pemberlajaran yang berkuakitas dan sesuai kebutuhan sisiwa sesuai bidang keahliannya Pemberian mata pelajaran di atas di sesuaikan dengan kurikulum dan petunjuk pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Nasional. Akan tetapi, mata ajaran untuk prograk produktif diberikan oleh sekolah sesuai dengan bidang keahliannya dan kebutuhan di masyarakat. Sehingga tujuan organisasi, menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap pakai di dunia kerja dapat terealisasikan.
Selain proses pembelajaran dan pengajaran yang dilakukan di dalam ruangn kelas, juga dilakukan di praktek di laboratorium dan praktek kerja lapangan (PKL) untuk meningkatkan skill peserta didik. PKL dilakukan selama satu smester pada semester 5 (lima) ke instansi atau perusahaan baik negeri maupun swasta. Tempat PKL sisiwa SMK Adi Sanggoro diantranya BPN Jakarta Barat, Fahutan IPB, PT. Antam, BPT, PT. Jaya Naga Bekasi, BBSDLP Bogor, Telkom Satelit Palapa, Telkom Pusat Bogor, Depertemen LIPI Bogor, LSM Prosea, STPP Pasir Kuda Bogor, LPPM MUI Bogor,dan PT. Adi Sanggoro.
Lulusan dari SMK Adi Sanggoro dengan bidang keahlian teknik survei dan pemetaan berhasil diserap tenaga kerja 80%-90%. Karena kebutuhan tinggi sementara jasa penyedian tenaga kerja yang ahli kurang, sehingga masih cukup potensial untuk dikembangkan. Sementara utntuk bidang keahlian rekayasa perangkat lunak, banyak yang melanjutkan keperguruan tinggi karena saingannya bukan lulusan sesama SMK tetapi lulusan perguruan tinggi. Akan tetapi ada juga yang langsung diserap sebagai tenaga kerja walaupun bukan sebagai programer.
Dengan adanya perpaduan proses belajar dan mengajar di ruang kelas, praktikum di laboratorium, dan pratek kerja lapangan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang potensial dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat bersaing di dunia kerja pada era globalisasi ini.
D. Pembekalan Siswa Menghadapi Era Globalisasi
Perkembangan teknologi telah mengakibatkan perubaan yang bear dalam kehidupan masyarakat. Perubahn itu hamper mencakup semua aspek kehidupan seperti sosial,politik, ekonomi, budaya bahkan pendidikan. Untuk menjawab tantangan globalisasi ini, semua Negara dituntut untuk memiliki SDM yang berkualitas. Isu globalisasi yang gencar dengan tuntutan implementasi ide-ide demokratisasi, penggunaan IPTEK yang canggih, pemeliharaan lingkungan hidup dan penegakan hak asasi manusia (HAM), hanya mungkin terjawab oleh SDM yang bermutu dan memiliki integritas dan professional. Dengan kata lain, perbaikan mutu menjadi paradigm baru pendidikan kedepan.
Peralihan era industri ke era informasi telah menimbulkan hubungan yang berlawanan. Manajemen pendidikan yang lebih birokratis, lambatnya penanganan persoalan pendidikan , kepimpinan, strutur tugas, komunikasi, kerjasama yang kurang kondusif pada era industri beralih kepada otonomi, kepemimpinan partisipatif, dan mandiri di era informasi.
Di Indonesia, pendidikan saat ini berada dipersimpangan jalan. Disatu sisi, sebagian masyarakat menerima pendidikan tengah dalam era agrari, sebagian lagi di era industry, bahkan ada masyarakat yang langsung masuk ke era informasi. Masyarakat desa dan pinggiran kota yang dililit kemiskinan tentu mengharapkan pendidikan yang murah dan berpihak kepada mereka. Smentara itu, masyarakat kota intens terhadap pendidikan yang mahal dengan alas an peningkatan mutu pendidikan. Persoalan ini mengakibatkan sulitnya membuat kebijakan nasional jika tidak diurus secara professional.
Dalan momentum besrnya tantangan terhadap masa depan di era globalisasi, tampaknya dunia pendidikan kita kurang siap. Berdasarkan laporan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berkedudukan di Hongkong, diungkapkan bahwa system pendidikan Indonesia adalah yang terburuk di Asia Pendidikan di Indonesia hanya mendapat tingkat 12 dibawah Vietnam, sedangkan ranking pertamanya adalah Korea Selatan. Di tingkat perguruan tinggi, mutu pendidikan masih kalah dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, dan Fililpina. Dilihat dari aspek lain, masih banyak peserta didik gagal sekolah, lamanya penyelesaian studi mahasiswa lulusan perguruan tinggi, lamanya memperoleh pekerjaan bahkan menjadi pengangguran, dan rendahnya gaji para lulusan sekolah merupakan indicator lain betapa rendahnya mutu pendidikan kita.
Ada empat faktor yang menghambat peningkatan mutu pendidikan di Indonesia:
1. Kompleksitas pengorganisasian pendidikan dasar antara Depdiknas (bertanggung jawab dalam hal materi pendidikan, evaluasi buku teks, dan kelayakan bahan-bahan ajar) dan Depdagri dalam bidang ketenagakerjaan, sumber daya material dan sumber daya lainnya. Disamping itu, Depag bertanggung jawab dalam membina dan mengawasi sekolah-sekolah keagamaan negri maupun swasta. Dualisme ini berakibat fatal karena rancunya pembagian tanggung jawab, dan peranan manajerial, keterlambatan dan terpilahnya system pembiayaan, serta perebutan kewenangan atas guru.
2. Praktik manajemen yang sentralistik pada tingkat SLTP. Pembiayaan dan perncanaan oleh pemerintah pusat yang melibatkan banyak departemen. Hal itu menghambat pencapaian tujuan wajib belajar pendidikan dasar.
3. Praktik penganggaran yang terpecah dan kaku. Kompleksitas organisasi yang menyiapkan anggaran pembangunan menjadikan rumitnya pengelolaan pendidikan dasar. Akibatnya, hal ini menimbulkan dampak negative, yaitu tidak adanya tanggung jawab yang jelas antar unit, tidak ada evaluasi regular terhadap kebutuhan riil, dan tidak ada jaminan dana yang dialokasikan secara benar dan merata.
4. Manajemen sekolah yang tidak efektif. Sebagai pelaku utama, kepala sekolah banyak yang kurang mampu melakukan peningkatan mutu sekolahnya karena tidak dilengkapi dengan kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik.
BAB III PENUTUP
A.KESIMPULAN
Hal mendasar yang harus diperhatikan untuk peningkatan mutu pendidikan adalah pengembangan manajemen yang kuat, tim manajemen dalam rencana spesifikasi, penyampaian hasil mutu organisasi, visi dan misi yang jelas, strategi dan tujuan yang jelas, pembiayaan sekolah, pemanfaatan lulusan dan operasional rencana, terutama pengembangan kurikulum secara berkelanjutan.
Menurut Joseph C.Field dalam Syarafuddin (2002), ada sepuluh langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya:
1. Mempelajari dan memahami manajemen mutu secara menyeluruh.
2. Memahami dan mengadopsi jiwa dan filosofi untuk perbaikan terus menerus.
3. Menilai jaminan mutu saat ini dan program pengendalian mutu.
4. Membangun system mutu terpadu (kebijakan mutu, rencana strategis mutu, implementasi rencana, rencana pelatihan, organisasi dan struktur, prosedur bagi tindakan perbaikan, pendefinisian terhadap nilai tambah tindakan).
5. Mempersiapkan orang-orang untuk perubahan, menilai budaya mutu sebagai tujuan untuk mempersiapkan perbaikan, melatih orang-orang untuk bekerja pada suatu kelompok kerja.
6. Mempelajari teknik untuk menyerang atau mengatasi akar persoalan (penyebab) dan mengaplikasikan tindakan koreksi dengan menggunakan teknik dan alamat manajemen.
7. Memilih dan menetapkan pilot project untuk diaplikasikan.
8. Tetapkan prosedur tindakan perbaikan dan sadari akan keberhasilannya.
9. Menciptakan komitmen dan strategi yang benar oleh pemimpin yang akan menggunakannya.
10. Memelihara jiwa mutu terpadu dalam penyelidikan dan aplikasi pengetahuan yang amat luas.
Untuk mengejar mutu ada tujuh elemen dari manajemen terpadu:
1. Strategi yang terpokus pada pelanggan. Berarti kepuasaan pelanggan internal dan eksternal dan respons terhadap tujuan dari dalam, sasaran dan perbaikan dalam peran, tanggung-jawab dan perilaku harus menjadi focus pekerjaan.
2. Kepercayaan terhadap orang-orang, baik internal maupun eksternal merupakan sumber daya yang sangat penting. Pemberdayaan oran-orang pada manajemen pribadi merupakan hal yang vital.
3. Aktivitasnya yang menunjukan perbaikan terus-menerus merupakan norma yang diharapkan, sehingga status quo merupakan hal yang tabu dalam semua bidang.
4. Pengembangan dan pelaksanaan suatu sistem berdasarkan proyek dan proses pengawasan dengan menggunakan alat dan teknik mutu.
5. Jaminan mutu yang terus berjalan berdasarkan penilaian kinerja.
6. Bersikap positif terhadap koreksi kegagalan, mencakup koreksi yang lebih disukai melalui tindakan preventif yang mendukung, menyesuaikan perubahan dalam organisasi melalui kelompok penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan.
7. Pemikiran yang berbeda terhadap segala sesuatu dalam pencarian atau pengejaran kepuasan pelanggan.
Berdasarkan elemen-elemen pokok tersebut, terdapat tujuh prinsip manajemen mutu dalam pendidikan:
1. Komitmen manajemen terpadu
2. Mutu terpadu pendidikan adalah suatu perubahan budaya organisasi sebagai cara baru bagi kehidupan setiap orang. Hali ini menuntut dewan sekolah dan administrator untuk menggunakan dan mengaplikasikan elemen-elemen dan prinsip manajemen mutu terpadu pendidikan yang pertama.
3. Selalu mengutamakan pelanggan
4. Pelanggan internal (pelajar, guru dan personel pendukung) harus berusaha mencapai kebutuhan pelanggan eksternal (pegawai-pegawai, institusi pelatihan, dan kontrak sosial).
• Komitmen terhadap tim kerjasama
• Komitmen terhadap manajemen pribadi dan kepemimpinan.
• Komitmen terhadap perbaikan terus-menerus
• Komitmen terhadap kepercayaan kemampuan pribadi dan tim.
• Komitmen untuk meraih mutu.
B. Strategi Pembekalan Siswa Menghadapi Era Globalisasi
Pendidikan berwawasan global dapat dikaji berdasarkan dua perspektif: Kurikuler dan Reformasi. Berdasarkan perspektif kurikuler, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga terdidik kelas menengah dan profesional dengan meningkatkan kemampuan individu dalam memahami masyarakatnya dalam kaitan dengan kehidupan masyarakat dunia, dengan ciri-ciri:
1. mempelajari budaya, sosial, politik dan ekonomi bangsa lain dengan titik berat memahami adanya saling ketergantungan,
2. mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat, dan,
3. mengembangkan berbagai kemungkinan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bekerjasama guna mewujudkan kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik.
Oleh karena itu, pendidikan berwawasan global akan menekankan pembahasan materi yang mencakup:
1. adanya saling ketergantungan di antara masyarakat dunia,
2. adanya perubahan yang akan terus berlangsung dari waktu ke waktu,
3. perbedaan kultur di antara masyarakat atau kelompok-kelompok dalam masyarakat
4. oleh karena itu perlu adanya upaya untuk saling memahami budaya yang lain,
5. adanya kenyataan bahwa kehidupan dunia ini memiliki berbagai keterbatasan antara lain dalam ujud ketersediaan barang-barang kebutuhan yang jarang, dan,
6. untuk dapat memenuhi kebutuhan yang jarang tersebut tidak mustahil menimbulkan konflik-konflik.
Berdasarkan perspektif kurikuler ini,pengembangan pendidikan berwawasan global memiliki implikasi ke arah perombakan kurikulum pendidikan. Mata pelajaran dan mata kuliah yang dikembangkan tidak lagi bersifat monolitik melainkan lebih banyak yang bersifat integratif. Dalam arti mata kuliah lebih ditekankan pada kajian yang bersifat multidisipliner, interdisipliner dan transdisipliner.
Berdasarkan perspektif reformasi, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat sangat kompetitif dan dengan derajat saling ketergantungan antar bangsa yang amat tinggi. Pendidikan harus mengaitkan proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Oleh karena itu sekolah harus memiliki orientasi nilai, di mana masyarakat kita harus selalu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat dunia.
Implikasi dari pendidikan berwawasan global menurut perspektif reformasi tidak hanya bersifat perombakan kurikulum, melainkan juga merombak sistem, struktur dan proses pendidikan. Pendidikan dengan kebijakan dasar sebagai kebijakan sosial tidak lagi cocok bagi pendidikan berwawasan global. Pendidikan berwawasan global harus merupakan kombinasi antara kebijakan sosial disatu sisi dan disisi lain sebagai kebijakan yang mendasarkan pada mekanisme pasar. Oleh karena itu, sistem dan struktur pendidikan harus bersifat terbuka, sebagaimana layaknya kegiatan yang memiliki fungsi ekonomis.
Kebijakan pendidikan yang berada di antara kebijakan sosial dan mekanisme pasar, memiliki arti bahwa pendidikan tidak semata ditata dan diatur dengan menggunakan perangkat aturan sebagaimana yang berlaku sekarang ini, serba seragam, rinci dan instruktif. Melainkan, pendidikan juga diatur layaknya suatu Mall, adanya kebebasan pemilik toko untuk menentukan barang apa yang akan dijual, bagaimana akan dijual dan dengan harga berapa barang akan dijual. Pemerintah tidak perlu mengatur segala sesuatunya dengan rinci.
Di samping itu, pendidikan berwawasan global bersifat sistemik organik, dengan ciri-ciri fleksibel-adaptif dan kreatif-demokratis. Bersifat sistemik-organik berarti sekolah merupakan sekumpulan proses yang bersifat interaktif yang tidak dapat dilihat sebagai hitam-putih, melainkan setiap interaksi harus dilihat sebagai satu bagian dari keseluruhan interaksi yang ada.
Fleksibel-Adaptif, berarti pendidikan lebih ditekankan sebagai suatu proses learning dari pada teaching. Peserta didik dirangsang memiliki motivasi untuk mempelajari sesuatu yang harus dipelajari dan continues learning. Tetapi, peserta didik tidak akan dipaksa untuk mempelajari sesuatu yang tidak ingin dipelajari. Materi yang. dipelajari bersifat integrated, materi satu dengan yang lain dikaitkan secara padu dan dalam open-system environment. Pada pendidikan ini karakteristik individu mendapat tempat yang layak.
Kreatif-demokratis, berarti pendidikan senantiasa menekankan pada suatu sikap mental untuk senantiasa menghadirkan sesuatu yang baru dan orisinil. Secara paedogogis, kreativitas dan demokrasi merupakan dua sisi dari mata uang. Tanpa demokrasi tidak akan ada proses kreatif, sebaliknya tanpa proses kreatif demokrasi tidak akan memiliki makna.
Untuk memasuki era globalisasi pendidikan harus bergeser ke arah pendidikan yang berwawasan global. Dari perspektif kurikuler pendidikan berwawasan global berarti menyajikan kurikulum yang bersifat interdisipliner, multidisipliner dan transdisipliner. Berdasarkan perspektif reformasi, pendidikan berwawasan global menuntut kebijakan pendidikan tidak semata sebagai kebijakan sosial, melainkan suatu kebijakan yang berada di antara kebijakan sosial dan kebijakan yang mendasarkan mekanisme pasar. Oleh karena itu, pendidikan harus memiliki kebebasan dan bersifat demokratis, fleksibel dan adaptif (www.google.com/Paradigma Pendidikan Masa Depan).
DAFTAR PUSTAKA
Syafaruddin, 2002. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. Grasindo: Jakarta
Syafaruddin, 2004. Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. Grasindo: Jakarta
Robins P Stephen, 2005. Manajemen jilid 2 Edisi Bahasa Indonesia. PT. Indeks Kelompok Gramedia: Jakarta
http://www.smkadisanggoro.co.id/Sejarah/28 Januari 2009 pkl 18.01
http://www.google.com/paradigma pendidikan masa depan/28 Januari 2009/pkl 21.23
uaridwan
Maret 23rd, 2010 pada 00:38
DAMPAK PENCEMARAN UDARA
KATAPENGATAR
Puji syukur telah kita panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT, karena dengan
rahmatnya
saya bisa menyelasaikan makalah ini, tanpa mengalami kesulitan yang berarti, makalah
ini saya buat untuk diseminarkan agar bisa bermanfaat bagi semua orang yang mengikutinya.
Dalam menyelasaikan makalah ini saya mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, jadi pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang membantu baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama pada guru saya yang mendidik saya sampai saat ini.
Saya menyadarinya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. oleh sebab itu kritik dan saran yang bersifat membangun akan saya terima dengan senang hati dan saya berharap makalah ini bermanfaat bagi siapapun.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………………. I
Daftar isi……………………………………………………………………….. II
BAB I Pendahuluan…………………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………… 1
1.3 Tujuan……………………………………………………………… 1
BAB II DasarTeori……………………………………………………………. 2
A.Pengertian polusi air………………………………………………… 2
B.Macam-macam Sumber Polusi Air………………………………… 3
BAB III Pembahasan…………………………………………………………. 4
a.Bahaya Dari Polusi Air……………………………………………… 4
b. Uasaha-Usaha untuk mencegah dan mrngatasi polusi air…… 5
BAB IV Penutup……………………………………………………………….. 8
a. Kesimpulan ………………………………………………………… 8
Daftar Pustaka………………………………………………………………… 9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari – hari kita membutuhkan air yang bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan kepentingan lainnya. Air yang kita gunakan harus berstandart 3B yaitu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Tetapi banyak kita lihat air yang berwarna keruh dan berbau sering kali bercampur dengan benda – benda sampah seperti plastik, sampah organic, kaleng dan sebagainnya. Pemandangan seperti ini sering kita jumpai pada aliran sungai, selokan maupun kolam- kolam. Air yang demikian disebut air kotor atau air yang terpolusi. Air yang terpolusi mengandung zat- zat yang berbahaya yang dapat menyebabkan dampak buruk dan merugikan kita bila di konsumsi.
Namun bagi kita, khususnya masyarakat pedesaan, sungai adalah sumber air sehari – hari untuk kelangsungan hidup. Mereka kurang begitu peduli kandungan yang terdapat pada air tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
• Apa pengertian polusi air?
• Apa yang menyebabkan terjadinya pencemaran air?
• Bahaya apa saja yang ditimbulkan oleh air yang tercemar?
• Apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pencemaran air?
1.3 Tujuan
• Agar manusia lebih dapat memahami bahaya polusi air
• Agar dapat membedakan air yang bersih dan air yang sudah tercemar
• Dapat lebih berhati- hati dalam menggunakan air yang bersih dan yang terpolusi
• Dapat mengetahui kandungan air yang terpolusi
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian Polusi Air
Salah satu dampak negative dari kemjuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi. Polusi adalah peristiwa masuknya zat, unsure, zat atau komponen lain yang merugikan ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan.
Suatu benda dapat dikatakan polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Polutan dapat berupa suara, panas, radiasi, debu, bahan kimia, zat- zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri ( regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perlu dideteksi secara dini dan ditangani segera.
Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsure atau komponen lainnya ke dalam air, sehingga kualitas air terganggu yang ditandai dengan perubahan warna, baud an rasa. Beberapa contoh polutan antara lain: Fosfat yang berasal dari penggunaan pupuk buatan dan detergen, Poliklorin Bifenil (PCB) senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan- bahan peluma dan plastic, Minyak dan Hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak, logam- logam berat berasal dari industri bahan kimia dan bensin, Limbah Pertanian berasal dari kotoran hewana dan tempat penyimpanan makanan ternak, Kotoran Manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.( Djambur, 1993 )
2.2 Macam- Macam Sumber Polusi Air
Sumber polusi air antara lain sampah masyarakat, limbah industri, limbah pertanian dan limah rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat merusak perairan yaitu; bahan- bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan- bahan yang banyak membutuhakan oksigen untuk penguraiannya, bahan- bhan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan- bahan yang tidak sediment, bahan- bahan yang mengandung radioaktif dan panas.
Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Pembuangan sampah organic maupun anorganik yang dibuang kesungai terus- menerus, selain menemari air, terutama di musim hujan akan mengakibatkan banjir.
Air adalah unsure alam yang penting bagi mahluk hidup dengan sifat mengalir dan meresap. Apabila jalur aliran- alirannya tersumbat akan mengakibatkan banjir. Polusi air terjadi karena kurangnya rasa disiplian masyarakat, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan.
Musibah banjir terbagi menjadi dua macam yaitu banjir banding ( besar) dan banjir genangan.
• Banjir banding terjadi akibat air meluap dari jaur- jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar
• Banjir genangan terjadi tergenangnya air hujan disuatu daerah yang saluran air dan daya seraonya terbatas. ( Salman, 1993 )
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Bahaya dari Polusi Air
Bibit- bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk penguraiannya. Jika O2 kurang, penguraiannya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain- lain dapat merusak organ tubuh manusia atau dapatmenyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk ke laut.
Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan- bahan yang berbahaya masuk ke laut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang- kerangan yang mungin mengandung zat- zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tercemar oleh yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai, atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh efek keracunan dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang oleh sebuah industri ke teluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Banyak akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, diantaranya:
1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air
3. Pendangkalan dasar perairan
4. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
5. Dalam jangka panjang mengakibatkan kanker dan kelahiran cacat
6. Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk yang berguna terutama predator
7. Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan bahkan burung
8. Dapat mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukemia
3.2 Usaha- Usaha untuk Mencegah dan Mengatasi Polusi Air
Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob, jadi air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam waktu yang lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Oleh karena itu banyak usaha untuk menjaga agar tanah tetap bersih, misalnya:
1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah pemukiman atau perumahan
2. Pembuangan limbah industri diatur sehinga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis- jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
4. Memperluas gerakan penghijauan
5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungannya
7. Melakukan intensifikasi pertanian
Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenal dengan sebutan banjir. Banjir ada dua macam yaitu banjir banding dan banjir genangan.
1. Banjir banding dapat diatasi secar meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu
2. Banjir genangan dapat diatasi dengan memebersihakan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap
Banyak orang mengatakan “ lebih baik mencegah dari pada mengatasi”, hal ini berlaku pula pada banjir genangan. Ada beberapa langkah- langkah yang dilakukan untuk mencegak banjir genangan yaitu:
1. Dalam perencanaan jalan- jalan lingkungan baik program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material bahan yang menyerap air misalnya penggunaan bahan dari pavling blok ( blok- blok adukan beton yang disusun denagn rongga- rongga resapan air disela- selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran lingkungan, pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut
2. Apabila di halaman pekarangan- pekarangan rumah kita masih terdapat ruang- ruang terbuka, buatlah sumur- sumur resapan air hujan sebanyak- banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresapke dalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:
o Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak
o Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan- lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah
o Apabila air hujan tidak tertampung oleh selokan- selokan rumah, dapat dialirkan ke sumur- sumur resapan. Jangan membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) ke dalam sumur resapan karena bias mencemari kandungan air tanah
o Apabila air banjir masuk ke rumah menapai ketinggian 20- 50 cm, satu- satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita di atas ambang permukaan air banjir.
o Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang, hanya saja teknisnya sering kurang terencana secara mendetail.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
• Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia ataupun prose alami
• Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut poutan
• Polusi air adalah pristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam air sehingga kualitas air terggangu
• Sumber polusi air antara lain limbah rumah tangga, sampah masyarakat, limbah pertanian, limbah industri dan sebagianya
• Akibat yang ditimbulkan dari polusi air adalah banjir, merusak system organ manusia,menimbulkan berbagai bibit penyakit, kanker, kelahiran bayi cacat dan lain- lain
4.2 Saran
Saran yang penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
• Sebaiknya kita harus berhati- hati dalam menggunakan air karena air itu ada yang terpolusi dan ada yang tidak
• Jagalah air di lingkungan rumah dan sekitar agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air
• Jangan membuang sampah ke sungai atau kolam, buanglah sampah pada tempatnya agar tidak terjadi pencemaran air
DAFTAR PUSTAKA
Djambur. W. Sukarno. 1993. Biologi 1 untuk Sekolah Menengan Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pusat perbukuan
Ahya M Salman. 1993. Biologi 1 untuk Sekolah Menengah Umum, Dekdibud, Jakarta
Santiyono. 1994. Biologi 1 untuk sekolah Menengah Umum, penerbit Erlangga
Http: //www. Google.com
uaridwan
Maret 23rd, 2010 pada 00:41
GEJOLAK PRISTIWA PEREKONOMIAN DI DUNIA
Kata Pengantar
Krisis Global yang kini melanda penduduk Indonesia menjadi sebuah cekikan keras bagi rakyat dan pemerintahan. Di mana tidak hanya dari berbagai sektor yang kena imbas dari dampak negatifnya, tetapi juga mempengaruhi pola kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam prilaku ekonomi, masyarakat kini harus lebih ekstra selektif untuk menentukan mana kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan mana kebutuhan yang sifatnya dapat ditunda agar masyarakat tidak mengalami pemborosan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Tidak hanya masyarakat saja yang kewalahan. Dari pemerintahan yang menjalankan tugas kenegaraan ikut merasakan pusingnya kejenuhan terhadap krisis ekonomi global yang semakin menyiksa, di mana beberapa sektor ekonomi di Indonesia, baik berupa penyedia devisa dan berbagai macam pengolahan perekonomian mengalami keanjlokan yang drastis. Terbukti dengan turunnya indeks bursa Indonesia terhadap mata uang asing yang sangat mempengaruhi keberlangsungan ekonomi Indonesia terhadap laju penyebaran pasar Internasional.
Ini adalah salah satu kajian yang sangat menarik karena kita sebagai mahasiswa dituntut juga untuk krisis dalam menghadapi masalah ini. Dan bagaimanapun dan kemungkinan apapun bisa saja terjadi, namun bila kita menyikapinya secara krisis, paling tidak masalah hidup kita secara pribadi dapat teratasi sekian rupa dengan pola pikir kita yang dinamis. Sehingga akhirnya kelak saatnya terjun di dunia kerja, pola pikir tersebut dapat membantu orang lain juga.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………. ii
BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………………………………1
A. LATAR BELAKANG …………………………………………………………..1
B. TUJUAN PENULISAN…………………………………………………………..1
C. RUMUSAN MASALAH ………………………………………………………..1
BAB II. PEMBAHASAN MASALAH …………………………………………………2
A. PENGERTIAN KRISIS EKONOMI GLOBAL ………………………………..2
B. AKIBAT TERJADINYA KRISIS EKONOMI GLOBAL ……………………..2
C. SEPULUH CARA MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL OLEH PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA …………………………………….6
D. TANGGAPAN MAHASISWA TERHADAP KRISIS EKONOMI GLOBAL …8
BAB III. PENUTUP …………………………………………………………………….9
A. KESIMPULAN …………………………………………………………………9
B. SARAN …………………………………………………………………………9
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Krisis global adalah salah satu dilema yang sedang dihadapi Indonesia sejak dahulu hingga sekarang. Dan ini adalah dinamika kehidupan ekonomi yang tidak tetap perubahannya. Kadang sistem ekonomi dunia naik, kadang sistem ekonomi dunia merosot drastis. Ini menyebabkan gejolak besar bagi kehidupan ekonomi seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Akibat langsungnya adalah meledaknya harga kebutuhan pokok di Indonesia. Yang mana sebelumnya saja sudah menjepit dompet masyarakat dan kini semakin menekan sektor-sektor usaha yang menyediakan kebutuhan tersebut. Misalnya: Petani yang menyediakan sayur mayur kini kesulitan dalam mencari pupuk yang murah, padi menjadi kurang subur dan pasokan yang terbatas membuat harga beras melonjak. Ini adalah satu dari ribuan keluhan masyarakat dalam merasakan dampak buruk dari krisis global ini. Sehingga tema “Krisis Ekonomi Global” ini sangat cocok untuk menjadi bahan diskusi bagi mahasiswa karena mahasiswa juga mengalami dilema ini dalam hidupnya.
B. TUJUAN PENULISAN
Supaya mahasiswa dapat lebih kritis terhadap situasi krisis ekonomi global yang mana sekarang menjadi topik hangat dan dilema luar biasa bagi seluruh dunia. Paling tidak mahasiswa dapat memecahkan masalah kecil yang berhubungan dengan krisis ekonomi global tersebut. Diharapkan pula makalah ini dapat menjadi acuan belajar dalam mempelajari permasalahan ekonomi di Perguruan Tinggi.
C. RUMUSAN MASALAH
Adapun makalah ini dibuat dengan rumusan permasalahan:
• Apa itu Krisis Ekonomi Global?
• Mengapa Krisis Ekonomi Global bisa terjadi?
• Sektor apa saja yang terkena imbas dari Krisis Global tersebut?
• Bagaimana cara mengatasi Krisis Global tersebut?
• Apa tanggapan kita sebagai mahasiswa terhadap masalah ini?
BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
A. PENGERTIAN KRISIS EKONOMI GLOBAL
Krisis ekonomi Global merupakan peristiwa didunia di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia. Ini dapat kita lihat bahwa negara adidaya yang memegang kendali ekonomi pasar dunia yang mengalami keruntuhan besar dari sektor ekonominya. Bencana pasar keuangan akibat rontoknya perusahaan keuangan dan bank-bank besar di Negeri Paman Sam satu per satu, tinggal menunggu waktu saja. Bangkrutnya Lehman Brothers langsung mengguncang bursa saham di seluruh dunia. Bursa saham di kawasan Asia seperti di Jepang, Hongkong, China, Asutralia, Singapura, India, Taiwan dan Korea Selatan, mengalami penurunan drastis 7 sd 10 persen. Termasuk bursa saham di kawasan Timur Tengah, Rusia, Eropa, Amerika Selatan dan Amerika Utara. Tak terkecuali di AS sendiri, Para investor di Bursa Wall Street mengalami kerugian besar.
B. AKIBAT TERJADINYA KRISIS EKONOMI GLOBAL
1. AKIBAT KRISIS EKONOMI GLOBAL BAGI LUAR NEGERI
Pada tahun 1907 krisis perbankan Internasional dimulai di New York, setelah beberapa decade sebelumnya yakni mulai tahun 1860-1921 terjadi peningkatan hebat jumlah bank di Amerika s/d 19 kali lipat. Selanjutnya, tahun 1920 terjadi depresi ekonomi di Jepang. Kemudian pada tahun 1922 – 1923 German mengalami krisis dengan hyper inflasi yang tinggi. Karena takut mata uang menurun nilainya, gaji dibayar sampai dua kali dalam sehari. Selanjutnya, pada tahun 1927 krisis keuangan melanda Jepang (37 Bank tutup); akibat krisis yang terjadi pada bank-bank Taiwan
Pada tahun 1929 – 30 The Great Crash (di pasar modal NY) & Great Depression (Kegagalan Perbankan); di US, hingga net national product-nya terbangkas lebih dari setengahnya. Selanjutnya, pada tahun 1931 Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard emas. Kemudian1944 – 66 Prancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya. Berikutnya, pada tahun 1944 – 46 Hungaria mengalami hyper inflasi dan krisis moneter. Ini merupakan krisis terburuk eropa. Note issues Hungaria meningkat dari 12000 million (11 digits) hingga 27 digits.
Pada tahun 1945 – 48 Jerman mengalami hyper inflasi akibat perang dunia kedua.. Selanjutnya tahun 1945 – 55 Krisis Perbankan di Nigeria Akibat pertumbuhan bank yang tidak teregulasi dengan baik pada tahun 1945. Pada saat yang sama, Perancis mengalami hyperinflasi sejak tahun 1944 sampai 1966. Pada tahun (1950-1972) ekonomi dunia terasa lebih stabil sementara, karena pada periode ini tidak terjadi krisis untuk masa tertentu. Hal ini disebabkan karena Bretton Woods Agreements, yang mengeluarkan regulasi di sektor moneter relatif lebih ketat (Fixed Exchange Rate Regime). Disamping itu IMF memainkan perannya dalam mengatasi anomali-anomali keuangan di dunia. Jadi regulasi khususnya di perbankan dan umumnya di sektor keuangan, serta penerapan rezim nilai tukar yang stabil membuat sektor keuangan dunia (untuk sementara) “tenang”.
Namun ketika tahun 1971 Kesepakatan Breton Woods runtuh (collapsed). Pada hakikatnya perjanjian ini runtuh akibat sistem dengan mekanisme bunganya tak dapat dibendung untuk tetap mempertahankan rezim nilai tukar yang fixed exchange rate. Selanjutnya pada tahun 1971-73 terjadi kesepakatan Smithsonian (di mana saat itu nilai 1 Ons emas = 38 USD). Pada fase ini dicoba untuk menenangkan kembali sektor keuangan dengan perjanjian baru. Namun hanya bertahan 2-3 tahun saja.
Pada tahun 1973 Amerika meninggalkan standar emas. Akibat hukum “uang buruk (foreign exchange) menggantikan uang bagus (dollar yang di-back-up dengan emas)-(Gresham Law)”. Pada tahun 1973 dan sesudahnya mengglobalnya aktifitas spekulasi sebagai dinamika baru di pasar moneter konvensional akibat penerapan floating exchange rate sistem. Periode Spekulasi; di pasar modal, uang, obligasi dan derivative. Maka tak aneh jika pada tahun 1973 – 1874 krisis perbankan kedua di Inggris; akibat Bank of England meningkatkan kompetisi pada supply of credit.
Pada tahun 1974 Krisis pada Eurodollar Market; akibat west German Bankhaus ID Herstatt gagal mengantisipasi international crisis. Selanjutnya tahun 1978-80 Deep recession di negara-negara industri akibat boikot minyak oleh OPEC, yang kemudian membuat melambung tingginya interest rate negara-negara industri.
Selanjutnya sejarah mencatat bahwa pada tahun 1980 krisis dunia ketiga; banyaknya hutang dari negara dunia ketiga disebabkan oleh oil booming pada th 1974, tapi ketika negara maju meningkatkan interest rate untuk menekan inflasi, hutang negara ketiga meningkat melebihi kemampuan bayarnya. Pada tahun 1980 itulah terjadi krisis hutang di Polandia; akibat terpengaruh dampak negatif dari krisis hutang dunia ketiga. Banyak bank di eropa barat yang menarik dananya dari bank di eropa timur.
Pada saat yang hampir bersamaan yakni di tahun 1982 terjadi krisis hutang di Mexico; disebabkan outflow kapital yang massive ke US, kemudian di-treatments dengan hutang dari US, IMF, BIS. Krisis ini juga menarik Argentina, Brazil dan Venezuela untuk masuk dalam lingkaran krisis.
Perkembangan berikutnya, pada tahun 1987 The Great Crash (Stock Exchange), 16 Oct 1987 di pasar modal US & UK. Mengakibatkan otoritas moneter dunia meningkatkan money supply. Selanjutnya pada tahun 1994 terjadi krisis keuangan di Mexico; kembali akibat kebijakan finansial yang tidak tepat. Pada tahun 1997-2002 krisis keuangan melanda Asia Tenggara; krisis yang dimulai di Thailand, Malaysia kemudian Indonesia, akibat kebijakan hutang yang tidak transparan. Krisis Keuangan di Korea; memiliki sebab yang sama dengan Asteng.
Kemudian, pada tahun 1998 terjadi krisis keuangan di Rusia; dengan jatuhnya nilai Rubel Rusia (akibat spekulasi) Selanjutnya krisis keuangan melanda Brazil di tahun 1998. pad saat yang hamper bersamaan krisis keuangan melanda Argentina di tahun 1999. Terakhir, pada tahun 2007-hingga saat ini, krisis keuangan melanda Amerika Serikat. Dari data dan fakta historis tersebut terlihat bahwa dunia tidak pernah sepi dari krisis yang sangat membayakan kehidupan ekonomi umat manusia di muka bumi ini.
2. AKIBAT KRISIS EKONOMI GLOBAL BAGI DALAM NEGERI
Resesi ekonomi yang kini melanda AS, juga gejolak keuangan di beberapa belahan dunia, tak boleh dipandang remeh. Pemerintah harus waspada dan antisipatif, karena resesi ekonomi AS kemungkinan semakin parah sehingga bisa berdampak hebat terhadap kehidupan ekonomi di dalam negeri. Di sisi lain, sektor keuangan di beberapa belahan dunia yang lain kini juga bergejolak dan potensial berimbas ke mana-mana, termasuk ke Indonesia.
Eropa Timur dan Amerika Latin sebenarnya pernah mengalami krisis ekonomi dan keuangan. Namun, saat itu krisis tersebut lebih karena pengaruh pergolakan politik di masing-masing negara. Tapi kini krisis ekonomi di kedua kawasan amat potensial karena bubble di sektor keuangan sudah amat berlebihan. Artinya, bubble tersebut hampir pasti segera pecah. Celakanya, kalau negara-negara berkembang yang terkena krisis ekonomi, lembaga-lembaga keuangan internasional cenderung lepas tangan. Akibatnya, krisis yang terjadi bisa sangat parah dan potensial mengimbas ke wilayah lain.
Warung-warung di pelosok Jakarta kini bertumbangan ke jurang kebangkrutan. Itu sebagai bukti bahwa rakyat kebanyakan sudah tak berbelanja lagi. Sementara lapisan atas justru berbelanja keperluan sehari-hari ke pasar-pasar modern milik pengusaha besar. Ini menyebabkan kefailitan raksasa bagi dunia bisnis.
Saat ini dampak resesi ekonomi global yang paling dirasakan adalah pada masyarakat menengah ke atas, terlebih mereka yang bermain saham, valuta asing dan investasi emas.
Dari pantauan media di sejumlah pasar di tanah air, sejak BEJ melakukan suspend pada Jum’at (10/10) kemarin, harga bahan-bahan pangan mulai merangkak naik. Jika sudah begini, masyarakat bawah yang paling merasakan dampaknya.
Walau beberapa kebutuhan pokok, seperti harga beras masih bertahan yakni untuk jenis IR 64 berkisar; Rp6.000/kg, beras kuku balam super; Rp7.000/ kg, minyak goreng; Rp.8000/kg dan gula pasir Rp.6.000/kg relatif stabil. Demikian juga dengah harga ayam kampung yang tetap di harga Rp40.000/kg dan telur bebek Rp1.300-Rp1.400 per butir. Namun, tak ada jaminan harga-harga kebutuhan pokok ini tidak akan merangkak naik.
Sedangkan harga bahan pangan lainnya seperti daging lembu yang sempat bertengger di posisi Rp 60.000-Rp65.000/kg, turun menjadi Rp.45.000/kg. Sedangkan harga-harga yang mulai naik, antara lain; ayam potong yang beberapa waktu lalu Rp22.000/kg, kini menjadi Rp.25.000/kg. Telur ayam potong yang kemarin sempat Rp800-Rp850/butir, kini naik, Rp.2000/butir. Harga sayur mayur seperti cabai merah Rp20.000/kg, naik menjadi Rp. 30.000/kg. Adapun bawang merah Rp9.000 naik menjadi Rp10.000/kg; tomat naik ke posisi Rp 6.000 per kg dari Rp.5000/kg.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku di sektor properti akibat pengaruh krisis ekonomi global, sangat mungkin terjadi. Seperti di kutip dari Antara.co.id, Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Adib Adjiputra, di Solo, beberapa waktu lalu mengatakan, harga bahan baku yang diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri, berpotensi terpengaruh oleh krisis ekonomi ini.
Harga bahan baku seperti besi, keramik, semen dan sejumlah aksesori rumah lainnya yang berasal dari industri manufaktur, kata dia, sangat rentan mengalami kenaikan.
Kenaikan bahan baku akibat dampak krisis ekonomi ini akan semakin menyulitkan sektor properti, setelah sebelumnya juga diterpa kenaikan harga bahan baku akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Pada sektor properti ini, tipe rumah kelas menengah ke atas yang akan paling besar terkena dampak terjadinya krisis ekonomi ini. Kenaikan tingkat suku bunga pasti akan mengikutinya. Sehingga harga cicilan rumah perbulannya akan naik. Sedangkan untuk rumah kelas menengah ke bawah sedikit tidak berpengaruh karena sebagian sudah disubsidi pemerintah.
C. SEPULUH CARA MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL OLEH PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
Presiden menegaskan 10 langkah yang harus ditempuh semua pihak untuk menghadapi krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), sehingga tidak berdampak buruk terhadap pembangunan nasional.
Pertama, Presiden mengajak semua pihak dalam menghadapi krisis global harus terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat.
Kedua, pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik.
Ketiga adalah optimalisasi APBN 2009 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.
Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif.
Keempat, ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.
Kelima, semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS.
Keenam, menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.
Ketujuh, perlunya penguatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta.
Kedelapan, semua kalangan diharapkan untuk menghindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.
Kesembilan, mengingat tahun 2009 merupakan tahun politik dan tahun pemilu, kaitannya dengan upaya menghadapi krisis keuangan AS adalah memiliki pandangan politik yang non partisan, serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.
Kesepuluh, Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi yang tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha, serta perbankan, Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat penting karena memiliki akses informasi pada masyarakat.
D. TANGGAPAN MAHASISWA TERHADAP KRISIS EKONOMI GLOBAL
Sebagai insan kritis dan intelektual, kita harus menyadari dan mengakui dampak hebat dari krisis ekonomi global ini. Karena ini bukan saja merupakan masalah negara saja, kita sebagai rakyat yang juga terkena akibat dari krisis ini. Sehingga menjadi kewajiban kita untuk ambil bagian dalam mencari pemecahan persoalan dalam permasalahan ini.
Dalam persoalan sehari-hari kita sebagai rakyat melakukan sesuatu apa adanya. Dengan cara menghemat dan selektif dalam memilih kebutuhan pokok khususnya, adalah salah satu cara kita menghadapi krisis ekonomi global. Saran bagi pemerintahan adalah untuk lebih memperhatikan sektor usaha kecil yang sejujurnya hampir tidak terlirik oleh pemerintah yang terlalu memprioritaskan usaha raksasa (perusahaan) , BUMN, dan jasa umum. Padahal sektor usaha kecil adalah salah satu sumber mata pencaharian rakyat yang harusnya dibesarkan. Usaha kecil dimungkinkan untuk menarik banyak investor untuk menanamkan modalnya, sehingga rakyat menjadi mandiri dan pemerintah menjadi lebih diringankan untuk permasalahan pemberdayaan ekonomi rakyat. Untuk selanjutnya pemerintah tinggal menjalankan program kerja untuk mengatasi krisis global tersebut sehingga rakyat dan pemerintah menjadi partner dalam menanggulangi permasalahan ini.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah membaca makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa:
a. Krisis ekonomi Global merupakan peristiwa di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia
b. Krisis ekonomi Global terjadi karena permasalahan ekonomi pasar di sluruh dunia yang tidak dapat dielakkan karena kebangkrutan maupun adanya situasi ekonomi yang carut marut.
c. Sektor yang terkena imbasan Krisis Ekonomi Global adalah seluruh sektor bidang kehidupan. Namun yang paling tampak gejalanya adalah sektor bidang ekonomi dari terkecil hingga yang terbesar.
d. Cara mengatasi permasalah Krisis ekonomi bagi masyarakat adalah lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan dan bersikap kooperatif bersama pemerintah dan sebaliknya dari pemerintah untuk lebih sigap dalam situasi masyarakat.
e. Sebagai mahasiswa kita harus kritis dan menanggapi dengan cepat permasalahan kehidupan yang terjadi saat ini khususnya krisis ekonomi global ini. Paling tidak dari hal kecil, sehingga untuk hal besar kita akan lebih siap menghadapinya.
B. SARAN
Kepada masyarakat untuk tetap bersabar terhadap situasi permasalahan kita ini dan mempercayakan segala sesuatu kepada pemerintah. Dan dimulai dari pribadi dan diri sendiri, untuk mengikuti saran yang telah dituliskan di atas. Dan bagi para mahasiswa untuk menjadi lebih kritis. Semoga makalah ini menjadi kajian yang baik meskipun masih terdapat kekurangan. Atas perhatian dari seluruh pihak, kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.opensubscriber.com/message/motivasi@yahoogroups.com/10510614.html
http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/02/23553141/kekhawatiran.krisis.ekonomi.global.benamkan.saham.dunia
http://www.syaldi.web.id/2008/02/gerakan-mahasiswa-indonesia-tahun-1998-sebuah-proses-perubahan-sosial/
http://borneo-tribune.net/2008/11/01/dampak-krisis-ekonomi-global-sawit-aman-karet-tak-aman/
Agustianto, http://www.opensubscriber.com/message/motivasi@yahoogroups.com/10510614.html
Kompas, 2 Oktober 2008 “Kekhawatiran Krisis Ekonomi Global Benamkan Saham Dunia”
Jacko Agun,” http://jackoagun.multiply.com/journal/item/34 “Krisis Global dan Cara Mengatasinya (versi Pemerintah)